Mengenal 7 Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta

Kopi Arabika dan Robusta - Pratter Coffee Roaster

Arabika dan Robusta – Kopi sangat digemari oleh masyarakat dunia. Banyak sekali varietas kopi yang tersebar di seluruh dunia, Namun, bukan hanya kenikmatanya saja yang di perhatikan, kopi juga mengandung segudang khasiat, jadi tak heran jika banyak orang harus minum kopi secara rutin. Tapi jangan asal minum kopi, harus tahu juga jenis dan karakter kopi. terdapat dua jenis kopi yang paling dikenal dan memiliki banyak penggemar, yakni kopi Arabika dan Robusta. keduanya memiliki kenikmatan dan karakteristik yang berbeda. Hal apa saja yang membedakan dari keduanya? Simak selengkapnya!

1. Bentuk Dan Tekstur Biji Kopi

Secara penampakan, bentuk biji arabika cenderung lebih lonjong dan pipih, berbeda dengan biji kopi robusta yang terlihat lebih bulat dan padat. Perbedaan juga ada pada belahan garis biji kopi. Jika biji kopi robusta agak berliku, biji kopi arabika cenderung bergaris lurus. Kemudian, untuk teksturnya sendiri, biji kopi arabika lebih halus dibandingkan dengan Robusta. Hal ini pun membuat keduanya harus melalui teknik roasting yang berbeda pula.

2. Kadar Gula

Biji kopi juga mengandung kadar gula. Kadar ini berbeda-beda untuk setiap jenis. Kopi arabika memiliki kadar gula sekitar 6-9% dari total keseluruhan senyawa yang terkandung di dalamnya, sedangkan pada kopi robusta berkisar 3-7%. Angka ini pun penting untuk diperhatikan terutama bagi Anda yang sedang menjalani program penurunan berat badan atau yang sedang mengatur asupan gula harian.

Kopi Robusta Banyak Digunakan Untuk Espresso - Via Pexels.com
Kopi Robusta Banyak Digunakan Untuk Espresso - Via Pexels.com

3. Cita Rasa Dan Aroma Kopi

Kopi Robusta memiliki aroma dan rasa yang lebih kuat dibandingkan dengan Arabika. Kopi robusta memiliki rasa yang netral jadi cocok untuk dimodifikasi. Kopi Arabika memiliki kandungan gula yang terbilang cukup banyak. Maka dari itu, kopi Arabika lebih mudah dinikmati oleh banyak orang. Sebelum diroasting, biji kopi Arabika biasanya akan mengeluarkan aroma segar. Namun setelah di roasting, ada aroma wangi menyerupai bunga, buah, serta kacang-kacangan yang bisa Anda nikmati.

Kopi Arabika Digunakan Untuk Manual Brew - via haymancoffee.com
Kopi Arabika Digunakan Untuk Manual Brew - via haymancoffee.com

4. Tingkat Kandungan Kafein

Bagi pencinta kopi Robusta, sudah tentu dapat mengenali kopi tersebut dengan rasa pahit berlebih dibanding kopi Arabika. Hal ini disebabkan kandungan kafein pada kopi Robusta lebih tinggi sebesar 2,2 hingga 2,7%. Sedangkan kandungan kafein dalam kopi Arabika hanya sebesar 1,1% hingga 1,5% saja.

5. Lokasi Tanam

Indonesia memiliki topografi yang memungkinkan kedua jenis kopi ini tumbuh secara baik. Kopi arabika biasanya tumbuh di daerah dengan ketinggian antara 700 hingga 1.700 kaki di atas permukaan air laut di mana suhu udara daerah ini biasanya berada pada 16-20 derajat celsius.

Berbeda dari lokasi tanam arabika, kopi robusta hanya mampu tumbuh di daratan yang lebih rendah di bawah 700 di atas permukaan air laut dan hanya mampu berbuah di suhu yang lebih hangat.

6. Jenis Penyajian

Karena kopi Arabika memiliki rasa yang kuat dan manis tanpa tambahan gula apapun, kopi ini lebih cocok disajikan sebagai single kopi origin agar penikmat kopi dapat merasakan rasa asli dari kopi Arabika. Sedangkan kopi Robusta memiliki rasa yang lebih pahit, sehingga lebih cocok untuk dijadikan sebagai bahan campuran esspresso. Jenis penyajian seperti ini cocok untuk orang yang kurang menyukai kopi karena nantinya akan ditambahkan dengan susu dan cream.

Berbeda dari lokasi tanam arabika, kopi robusta hanya mampu tumbuh di daratan yang lebih rendah di bawah 700 di atas permukaan air laut dan hanya mampu berbuah di suhu yang lebih hangat.

7. Harga Kopi Arabika dan Robusta

Kopi arabika memiliki nilai jual yang cukup tinggi dibandingkan dengan kopi robusta. Hal ini dikarenakan penanaman kopi arabika yang cenderung lebih lama untuk matang. Biasanya membutuhkan waktu kurang lebih satu tahun.

Kopi arabika membutuhkan perawatan yang lebih, dengan kopi harus ditanam pada suhu 14-24 derajat celsius. Selain itu, jika tidak mendapat perawatan yang baik, daun kopi arabika dapat cepat berkarat. Penyakit karat daun dapat merusak tanaman dan cita rasa kopi arabika.

Sementara itu, kopi robusta lebih mudah ditemui karena berada di dataran rendah. Robusta juga merupakan kopi yang mudah berkembang, berproses dengan cepat, dan lebih resisten terhadap penyakit karat daun. Dengan demikian tidak susah dan memakan waktu lama untuk memproduksinya.

Cara dan perbedaan metode menanam inilah yang kemudian menjadi beda rasa kopi arabika dan robusta.

Pratter Indonesia Premium Artisan Coffee Roasting Machine

Pratter merupakan mesin roasting kopi buatan Indonesia. Melihat potensi yang besar dari perkembangan industri kopi, pratter coffee roaster menjadi salah satu pilihan mesin coffee roaster dengan kualitas terbaik dengan teknologi terbaru. 

Pratter menggunakan pendekatan kebutuhan Industri Kopi (Roaster) dengan teknologi serta fitur yang tersedia didalamnya. Mengembangkan dan memproduksi mesin tipe Artisan (profiling, developing) namun dengan kestabilan dan endurancenya terutama untuk produk coffee specialty, juga bisa memenuhi kebutuhan produksi jangka panjang.

Sharing is Caring. Share This Article!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Grow Your Coffee Business With Us,

Every people needs premium and powerfull Coffee Roasters Machine