Panggung kompetisi kopi nasional kembali bergema. Indonesia Coffee Roasting Championship (ICRC) 2026/2027 telah resmi digelar di NICE PIK 2, Jakarta, pada 6–9 Mei 2026. Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, Pratter dipercaya sebagai official roasting machine kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) ini. Tahun ini, giliran Pratter 1.5 Basic Series yang naik panggung.
Kompetisi Tertinggi untuk Para Roaster di Indonesia


Sebanyak 17 peserta dari berbagai penjuru Indonesia bersaing dalam ICRC 2026/2027. Dari persaingan ketat 17 roaster tersebut, tiga nama berhasil berdiri di podium:
| Peringkat | Nama | Perusahaan | Skor |
|---|---|---|---|
| 🥇 1 | Angga Adhdhuha Achmad | Outcome Coffee Company | 336 |
| 🥈 2 | Steven Nurcahyana | Hana Roastery | 336 |
| 🥉 3 | Doni Permadi | PT ABCD Kopi Indonesia | 322 |
Data diambil dari halaman SCAI
https://scai.or.id/competitions/20262027-indonesia-coffee-roasting-championship-results/rankings
Persaingan di posisi pertama dan kedua berlangsung luar biasa ketat. Keduanya meraih skor identik 336, sebelum akhirnya juri memutuskan urutan berdasarkan penilaian Accuracy of Coffee Descriptor. Sebuah bukti bahwa standar roasting di Indonesia terus meningkat.


Pratter 1.5: Membuktikan Bahwa Kualitas Mesin Ada di Semua Lini
Di dua edisi sebelumnya, ICRC 2024/2025 dan ICRC 2026, Pratter hadir dengan seri 3.0. Tahun ini, Pratter membawa 1.5 ke panggung yang sama.
Ada pesan yang ingin disampaikan langsung kepada 17 roaster terbaik Indonesia yang bersaing di sini: “Kualitas mesin roasting Pratter bukan satu seri tertentu. Kualitas yang sama ada di seluruh lini produk”.
Para peserta mendapat kesempatan merasakan sendiri bahwa Pratter 1.5 mesin yang mungkin sudah mereka pertimbangkan atau bahkan sudah mereka miliki tampil dengan performa yang sama handalnya di level kompetisi nasional.
Kepercayaan SCAI kepada Pratter selama tiga tahun berturut-turut adalah validasi tertinggi atas hal ini. Di kompetisi, tidak ada ruang untuk kompromi. Pratter, dalam wujud apapun, membuktikan dirinya layak.


Pratter dan Misinya untuk Industri Kopi Indonesia
Kehadiran Pratter di Indonesia Coffee Roasting Championship 2026/2027 adalah bagian dari komitmen jangka panjang yang lebih besar.
Pratter adalah mesin roasting buatan anak muda Indonesia, dirancang, dibangun, dan dikembangkan di dalam negeri.
Di tengah dominasi mesin-mesin roasting impor yang selama ini mewarnai industri kopi Indonesia, Pratter hadir. Ada pesan yang ingin disampaikan: bahwa standar profesionalisme industri roasting kopi Indonesia tidak harus bergantung pada produk luar negeri. Bahwa kepercayaan terhadap produk lokal adalah pilihan yang didukung oleh performa nyata di lapangan.
Kehadiran Pratter di ekosistem kompetisi kopi turut mendorong budaya baru di kalangan roaster Indonesia.
Pratter mengucapkan selamat kepada Angga Adhdhuha Achmad dari Outcome Coffee Company, Steven Nurcahyana dari Hana Roastery, dan Doni Permadi dari PT ABCD Kopi Indonesia atas pencapaian luar biasa mereka di ICRC 2026/2027.
Terima kasih kepada SCAI atas kepercayaan dan kolaborasi yang terus terjalin, kepada seluruh sponsor dan pendukung yang telah menjadikan ICRC 2026/2027 terlaksana dengan luar biasa, serta kepada seluruh 17 peserta yang telah membawa semangat terbaik mereka ke atas panggung.
Pratter adalah mesin roasting kopi buatan Indonesia. Klik link untuk informasi lebih lanjut tentang Pratter 1.5 Basic Series








