Pasca Panen Kopi (Metode), Dry Process dan Wet Process

dry process and wet process coffee processing

Pasca Panen Kopi, Dry Process & Wet Process  – Menurut sebuah sumber, kualitas kopi di tentukan dari 60% pada saat di kebun, 30% saat proses roasting dan 10% saat diseduh. Sehingga, proses penanaman sampai dengan proses pasca panen pada biji kopi merupakan tahap paling penting dan memiliki pengaruh yang paling besar.

Setelah dipanen, buah ceri merah yang telah dipilih kemudian dibawa ke tempat penggilingan untuk dipisahkan biji dari kulit dagingnya. Total kelembapan yang terkandung di dalam biji kopi adalah sekitar 60% maka dari itu kopi kemudian dikeringkan atau dijemur untuk menyisakan kelembapan sekitar 11-12%. Secara umum, proses pasca panen kopi terbagi menjadi 2 yaitu Dry Process dan Wet Process.

Dry Process/ Metode Kering

dry process

Yang pertama adalah metode kering atau biasa disebut dengan dry process. Buah ceri yang masih lengkap dengan semua lapisannya diletakkan di atas meja pengering khusus yang memiliki pengalir udara dan dibolak-balik secara berkala agar kering merata selama kurang lebih 20 hingga 30 hari. Metode dry process sebagian besar dilakukan di negara penghasil kopi yang kering dan cukup sulit untuk menemukan sumber air, seperti Brazil, Ethiopia, dan Indonesia yang hanya memiliki musim kemarau dan hujan. Dengan proses ini maka buah ceri akan terfermentasi secara natural dan kemudian kulit luarnya pun akan terkelupas dengan sendirinya kemudian diambil bijinya. Salah satu kelemahan proses ini adalah ceri kopi yang dikeringkan tidak dipilih terlebih dahulu. Rasa pada kopi yang diproses secara natural ini biasanya memiliki ciri khas seperti buah-buahan contohnya blueberry dan strawberry. Tingkat keasaman pada kopi cenderung rendah dengan body yang lebih tebal.

Wet Process/ Metode Basah

wet process

Yang kedua adalah metode basah/wet process atau yang biasa disebut dengan washed process. Proses/metode ini lebih sering dilakukan untuk produksi specialty kopi. Setelah proses panen, buah ceri kopi yang telah dipetik kemudian diseleksi dengan cara direndam dengan air. Ceri yang mengapung tidak akan diambil untuk diproses ke proses selanjutnya sedangkan yang tenggelam (telah matang) dikelupas kulitnya dengan menggunakan mesin khusus yang disebut dengan depulper. Setelah dikupas, biji-biji kopi tersebut dimasukkan ke dalam tangki fermentasi berisi air untuk meluruhkan sisa-sisa kulit dan lendir (mucilage) yang masih menempel. Proses ini biasanya memakan waktu sekitar 24 hingga 36 jam tergantung dari suhu serta kelembapan di sekitar. Setelah proses perendaman tersebut selesai barulah biji kopi mulai dikeringkan. Proses pengeringan yang ideal untuk wet process terdiri dari 3 tahap, pengeringan pertama, pengeringan kedua untuk mengurangi kelembaban, dan pengeringan terakhir hingga 12%. Pengeringan ini dapat dilakukan di bawah terik matahari atau menggunakan mesin. Sensasi rasa buah-buahan yang terkandung di dalam kopi yang diproses dengan metode ini biasanya akan berkurang dengan acidity atau keasaman yang lebih tinggi. Umumnya, aroma kopi menjadi lebih kuat dengan body lebih ringan.

Mana Yang Lebih Baik?

Mana proses pasca Panen yang lebih baik? tentu tidak bisa dijawab karena masing-masing proses memberikan keunggulan, karakter dan profil rasa tersendiri. Kedua metode pasca panen tersebut masih terbagi lagi menjadi beberapa macam proses. seperti natural, honey process, semi-washed, full-washed process

 

Sharing is Caring. Share This Article!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Grow Your Coffee Business With Us,

Every people needs premium and powerfull Coffee Roasters Machine